Senin, 23 Maret 2015
Terimakasih ku ucapkan pada kalian yang telah hadir dalam hidupku . Memenuhi masa mudaku dengan cerita - cerita seru yang mampu mengukir senyum di wajahku hingga saat ini ,
maukah kalian menyempatkan waktu agar kita bisa duduk bersama berbagi cerita kembali ?
Jika di pikir ulang betapa lucunya kita , dulu kita selalu rajin berdoa untuk segera meninggalkan masa itu . Namun , sekarang kita mendamba untuk kembali kemasa itu .
Senin, 16 Maret 2015
Hello Monday ,
Ini adalah kisah lama yang slaluku kenang , kuingat dan ku jadikan albun untuk simpanan cerita untuk keluarga kecil ku besok .
Teman seperjuangan , teman yang ku kenal di masa menginjak remaja . Dialah bulu yang menghias sayap burung yang mengepak elok .
Tanpa ku sebut namanya dalam tulisan , nama mereka akan selalu menyatu dalam lubuk hati .
entah racun apa yang mereka berikan padaku masa itu
Sebuah persahabatan yang sederhana . Yang semula aku tak kenal dari nama dan siapa mereka dan berlanjut dalam tergur sapa dan menyatu dalam satu ruang kelas .
hari demi hari pada akhirnya aku mengenal mereka dan berlanjut menjadi sahabat . Yaa sahabat aku memangilnya :)
Kasih sayang yang tulus , kesederhaaan dalam bergaul . Tanpa memandang status sosial ataupun yang lain .
saling melengkapi . Yaaaa , tentu .
bercita cita sama , menjadi seseorang yang ingin dibanggakan dan membanggakan .
Minggu, 15 Maret 2015
TUGAS KIMIA KLINIK
PNEUMONIA
PNEUMONIA
Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus, gejala awal penyakit ini adalah batuk, demam , dan kesulitan bernapas. Pneumonia dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti di rumah, sekolah atau tempat kerja.
Pneumonia terjadi karena adaanya kuman dan virus terhirup dan masuk ke paru-paru. Kemungkinan besar terjangkit penyakit ini jika anda terkena pilek atau flu. Flu dan pilek ini membuat sulit bagi paru-paru untuk melawan infeksi, sehingga lebih mudah terkena pneumonia. Memiliki penyakit jangka panjang, atau kronis, seperti asma, penyakit jantung, kanker atau diabetes akan lebih mudah untuk terkena pneumonia.
Organisme-Organisme Penyebab Pneumonia
Penyebab yang paling umum dari suatu pneumonia bakteri adalah Streptococcus pneumoniae. Pada bentuk dari pneumonia ini, biasanya ada suatu penimbulan yang tiba-tiba dari penyakit dengan menggigil, demam, dan produksi dari suatu sputum yang berwarna karat. Infeksi menyebar kedalam darah pada 20%-30% dari kasus-kasus, dan jika ini terjadi, 20%-30% dari pasien-pasien ini meninggal.
Dua vaksin tersedia untuk mencegah penyakit pneumococcal; pneumococcal conjugate vaccine (PCV7; Prevnar) dan pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV23; Pneumovax). Pneumococcal conjugate vaccine adalah bagian dari jadwal imunisasi bayi yang rutin di Amerika dan direkomendasikan untuk semua anak-anak dibawah umur 2 tahun dan anak-anak yang berumur 2-4 tahun yang mempunyai kondisi-kondisi medis tertentu. Pneumococcal polysaccharide vaccine direkomendasikan untu dewasa-dewasa yang berada pada risiko yang meningkat mengembangkan pneumococcal pneumonia termasuk orang-orang yang lebih tua yang mempunyai diabetes, penyakit jantung, paru, atau ginjal yang kronis, mereka yang dengan alkoholisme, perokok-perokok sigaret, dan pada orang-orang yang telah diangkat limpanya.
Antibiotik-antibiotik seringkali digunakan dalam perawatan tipe pneumonia ini termasuk penicillin, amoxicillin dan clavulanic acid (Augmentin, Augmentin XR), dan macrolide antibiotics termasuk erythromycin, azithromycin (Zithromax, Zmax), dan clarithromycin (Biaxin). Penicillin tadinya/dahulu adalah pilihan dari antibiotik dalam merawat infeksi ini. Dengan kedatangan dan penggunaan yang luas dari broader-spectrum antibiotics, resistensi yang signifikan terhadap obat telah berkembang. Penicillin mungkin masih efektif dalam perawatan dari pneumococcal pneumonia, namun ia harus hanya digunakan setelah pembiakan dari bakteri mengkonfirmasi kepekaan mereka terhadap antibiotik ini.
Klebsiella pneumoniae dan Hemophilus influenzae adalah bakteri-bakteri yang seringkali menyebabkan pneumonia pada orang-orang yang menderita dari penyakit chronic obstructive pulmonary disease (COPD) atau alkolisme. Antibiotik-antibiotik yang bermanfaat dalam kasus ini adalah generasi cephalosporins kedua dan ketiga, amoxicillin dan clavulanic acid, fluoroquinolones (levofloxacin [Levaquin], moxifloxacin-oral [Avelox], gatifloxacin-oral [Tequin], dan sulfamethoxazole dan trimethoprim [Bactrim, Septra]).
Mycoplasma pneumoniae adalah suatu tipe bakteri yang seringkali menyebabkan suatu infeksi yang berkembang secara perlahan. Gejala-gejala termasuk demam, kedinginan, nyeri-nyeri otot, diare, dan ruam kulit. Bakteri ini adalah penyebab utama dari banyak pneumonia dalam bulan-bulan musim panas dan gugur, dan kondisinya seringkali dirujuk sebagai "atypical pneumonia." Macrolides (erythromycin, clarithromycin, azithromycin, dan fluoroquinolones) adalah antibiotik-antibiotik yang umum diresepkan untuk merawat Mycoplasma pneumonia.
Penyakit Legionnaire disebabkan oleh bakteri Legionella pneumoniae yang paling sering ditemukan pada suplai-suplai air yang terkontaminasi dan alat-alat pendingin udara (air conditioners). Ia adalah suatu infeksi yang berpotensi fatal jika tidak didiagnosis secara akurat. Pneumonia adalah bagian dari infeksi keseluruhan, dan gejala-gejala termasuk demam tinggi, suatu denyut jantung yang relatif perlahan, diare, mual, muntah, dan nyeri dada. Laki-laki yang lebih tua, perokok-perokok, dan orang-orang yang sistim imunnya ditekan berada pada risiko yang lebih tinggi mengembangkan penyakit Legionnaire. Fluoroquinolones adalah perawatan pilihan pada infeksi ini. Infeksi ini seringkali didianosis dengan suatu tes urin khusus yang mencari antibodi-antibodi yang spesifik pada organisme-organisme spesifik.
Mycoplasma, Legionnaire, dan infeksi yang lain, Chlamydia pneumoniae, semuanya menyebabkan suatu sindrom yang dikenal sebagai "atypical pneumonia." Pada sindrom ini, x-ray dada menunjukan kelainan-kelainan yang menyebar, namun pasien tidak tampak sungguh sakit. Infeksi-infeksi ini adalah sangat sulit untuk dibedakan secara klinik dan seringkali memerlukan bukti laboratorium untuk konfirmasi.
Pneumocystis carinii pneumonia adalah bentuk yang lain dari pneumonia yang biasanya melibatkan kedua paru-paru. Ia terlihat pada pasien-pasien dengan suatu sistim imun yang dikompromikan, dari kemoterapi untuk kanker, HIV/AIDS, dan yang dirawat dengan TNF (tumor necrosis factor), seperti untuk rheumatoid arthritis. Sekali didiagnosis, ia biasanya merespon baik pada antibiotik-antibiotik yang mengandung sulfa. Steroid-steroid seringkali digunakan secara tambahan pada kasus-kasus yang lebih parah.
Pneumonia-pneumonia virus secara khas tidak merespon pada perawatan antibiotik. Infeksi-infeksi ini dapat disebabkan oleh adenoviruses, rhinovirus, influenza virus (flu), respiratory syncytial virus (RSV), dan parainfluenza virus (yang juga menyebabkan croup). Pneumonia-pneumonia ini biasanya hilang melalui waktu dengan sistim imun tubuh menghindari infeksi. Adalah penting untuk memastikan bahwa suatu pneumonia bakteri tidak berkembang secara sekunder. Jika ia lakukan, maka pneumonia bakteri dirawat dengan antibiotik-antibiotik yang tepat. Pada beberapa situasi-situasi, terapi antivirus adalah bermanfaat dalam merawat kondisi-kondisi ini.
Infeksi-infeksi jamur yang dapat menjurus pada pneumonia termasuk histoplasmosis, coccidiomycosis, blastomycosis, aspergillosis, dan cryptococcosis. Ini bertanggung jawab untuk suatu persentase yang relatif kecil dar pneumonia-pneumonia di Amerika. Setiap jamur mempunyai perawatan-perawatan antibiotik yang spesifik, diantara mana adalah amphotericin B, fluconazole (Diflucan), penicillin, dan sulfonamides.
Kekhwatiran-kekhwatiran utama telah berkembang dalam komunitas kedokteran menyangkut penggunaan yang berlebihan dari antibiotik-antibiotik. Kebanyakan luka-luka tenggorokan dan infeksi-infeksi pernapasan bagian atas disebabkan oleh virus-virus daripada oleh bakteri-bakteri. Meskipun antibiotik-antibiotik adalah tidak efektif melawan virus-virus, mereka seringkali diresepkan. Penggunaan yang berlebihan ini telah berakibat dalam suatu keragaman dari bakteri-bakteri yang telah menjadi resisten pada banyak antibiotik-antibiotik. Organisme-organisme yang resisten ini umumnya terlihat di rumah-rumah sakit dan rumah-rumah merawat/menyusui. Sesungguhnya, dokter-dokter harus mempertimbangkan lokasi ketika meresepkan antibiotik-antibiotik [pneumonia yang didapat dari komunitas atau community-acquired pneumonia (CAP), versus pneumonia yang didapat dari rumah sakit atau hospital-acquired pneumonia (HAP)].
Organisme-organisme yang lebih mematikan seringkali datang dari lingkungan perawatan kesehatan, rumah sakit atau rumah-rumah perawatan. Organisme-organisme ini telah dipaparkan pada suatu keragaman dari antibiotik-antibiotik yang paling kuat yang tersedia untuk kita. Mereka cencerung mengembangkan resistensi pada beberapa dari antibiotik-antibiotik ini. Organisme-organisme ini dirujuk sebagai nosocomial bacteria dan dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai nosocomial pneumonia ketika paru-paru terinfeksi.
Baru-baru ini, satu dari organisme-organisme yang resisten ini dari rumah sakit telah menjadi cukup umum di masyarakat. Pada beberapa masyarakat-masyarakat, sampai dengan 50% dari infeksi-infeksi Staph aureus disebabkan oleh organisme-organisme yang resisten pada antibiotik methicillin. Organisme ini dirujuk sebagai MRSA (methicillin-resistant Staph aureus) dan memerlukan antibiotik-antibiotik khusus ketika ia menyebabkan infeksi. Ia dapat menyebakan pneumonia namun juga seringkali menyebabkan infeksi-infeksi kulit. Pada banyak rumah-rumah sakit, pasien-pasien dengan infeksi ini ditempatkan di isolasi kontak. Pengunjung-pengunjung mereka seringkali diminta memakai sarung tangan, masker, dan jubah. Ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran dari bakteri ini pada permukaan-permukaan lain dimana mereka dapat dengan tidak hati-hati mengkontaminasi apa saja yang menyentuh permukaan itu. Oleh karenanya adalah sangat penting untuk mencuci tangan-tangan anda secara menyeluruh dan seringkali untuk membatasi penyebaran lebih jauh dari organisme resisten ini.
Gejala Pneumonia
Gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya datang dengan cepat. Gejalanya sebagai berikut:
Batuk. Batuk lendir (dahak), lendir kental atau hijau atau diwarnai dengan darah
Demam.
Bernafas dengan cepat dan merasa sesak napas.
Gemetar dan ” gigi -gemeletuk “menggigil.
Nyeri pada dada ketika batuk atau bernapas
Detak jantung cepat.
Mudah Capek atau merasa sangat lemah.
Mual dan muntah.
Diare .
Gejala Pneumonia yang disebabkan oleh virus sama dengan yang disebabkan oleh bakteri. Tapi secara perlahan dan akibat yang disebabkan lebih buruk dari bakteri.
Diagnosis Pneumonia
Biasanya dokter akan bertanya tentang gejala yang timbul dan pemeriksaan fisik. Dan pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan X ray dan test darah. Ini biasanya cukup bagi dokter untuk mengetahui apakah seseorang terkena pneumonia atau tidak. Jika perlu akan dilakukan test lebih lanjut dengan memeriksa lendir dari paru-paru untuk mengetahui apakah seseorang menderita pneumonia atau tidak.
Pneumonia mungkin dicurigai ketika dokter memeriksa pasien dan mendengar pernapasan yang kasar atau suara-suara yang pecah ketika mendengarkan pada suatu porsi dari dada dengan sebuah stethoscope. Mungkin ada suara mencuit-cuit, atau suara-suara pernapasan mungkin adalah redup pada suatu area tertentu dari dada. Suatu x-ray dada biasanya dipesan untuk mengkonfirmasi diagnosis dari pneumonia. Paru-paru mempunyai beberapa segmen-segmen yang dirujuk sebagai gelambir-gelambir (lobes), biasanya dua di kiri dan tiga di kanan. Ketika pneumonia mempengaruhi satu dari gelambir-gelambir (lobes) ini ia seringkali dirujuk sebagai lobar pneumonia. Beberapa pneumonia-pneumonia mempunyai suatu distribusi yang lebih setengah-setengah yang tidak melibatkan gelambir-gelambir (lobes) yang spesifik. Di waktu lalu, ketika kedua paru-paru terlibat dalam infeksi, istilah "double pneumonia" digunakan. Istilah ini sekarang jarang digunakan.
Contoh-contoh sputum (dahak) dapat diambil dan diuji dibawah mikroskop. Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri atau jamur, organisme-organisme dapat seringkali dideteksi dengan pemeriksaan ini. Suatu contoh dari sputum dapat ditumbuhkan di inkubator-inkubator khusus, dan organisme yang menyerang dapat diidentifikasi sesudah itu. Adalah penting untu mengerti bahwa spesimen sputum harus mengandung sedikit air liur (saliva) dari mulut dan dikirim ke laboratorium cukup cepat. Kalau tidak, pertumbuhan yang terlalu cepat dari bakteri yang tidak menginfeksi mungkin mendominasi.
Suatu tes darah yang mengukur jumlah sel darah putih [white blood cell (WBC)] mungkin dilaksanakan. Suatu jumlah sel darah putih dari seorang individu dapat seringkali memberikan suatu petunjuk pada keparahan dari pneumonia dan apakah ia disebabkan oleh bakteri atau suatu virus. Suatu angka dari neutrophils yang meningkat, satu tipe dari WBC, terlihat pada infeksi-infeksi bakteri, sedangkan suatu peningkatan dalam lymphocytes, tipe yang lain dari WBC, terlihat pada infeksi-infeksi virus.
Bronchoscopy adalah suatu prosedur dimana suatu tabung penglihat yang disinari yang tipis, lentur, dimasukan kedalam hidung atau mulut setelah suatu pembiusan lokal diatur. Jalan-jalan lintas pernapasan dapat kemudian diperiksa secara langsung oleh dokter, dan spesimen-spesimen dari bagian paru yang terinfeksi dapat diperoleh.
Adakalanya, cairan berkumpul pada ruang pleural sekitar paru sebagai suatu akibat dari peradangan dari pneumonia. Cairan ini disebut suatu pleural effusion. Jika jumlah dari cairan ini yang berkembang adalah cukup besar, ia dapat dikeluarkan dengan memasukan sebuah jarum kedalam rongga dada dan menarik cairan dengan suatu penyemprot (syringe) dalam suatu prosedur yang disebut suatu thoracentesis. Pada beberapa kasus-kasus, cairan dapat menjadi meradang sungguh parah (parapneumonic effusion) atau terinfeksi (empyema) dan mungkin perlu diangkat dengan prosedur-rosedur operasi yang lebih agresif.
Penyembuhan Pneumonia
Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, bisa dengan memberikan antibiotik. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan intruksi dan dosis yang diberikan oleh dokter.
Ada hal yang dapat dilakukan agar cepat dalam penyembuhan. Banyak istirahat dan tidur , dan diperbanyak minum air putih. Jangan merokok. Jika batuk Anda membuat Anda terjaga di malam hari, konsultasi dengan dokter tentang penggunaan obat batuk .
Anda mungkin perlu pergi ke rumah sakit jika anda memiliki gejala-gejala yang buruk dan kekebalan tubuh menurun atau penyakit lain yang serius.
Pneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya tidak diobati dengan antibiotik. Kadang-kadang, antibiotik dapat digunakan untuk mencegah komplikasi. Dalam kasus pneumonia virus influenza mana A atau B dianggap agen penyebab, pasien yang dilihat dalam waktu 48 jam dari onset gejala dapat mengambil manfaat dari pengobatan dengan oseltamivir atau zanamivir. Respiratory syncytial virus (RSV) dapat diobati dengan ribavirin. Virus herpes simplex dan varicella-zoster infeksi virus biasanya diobati dengan asiklovir, sementara gansiklovir digunakan untuk mengobati virus sitomegalo. Tidak ada pengobatan berkhasiat dikenal untuk pneumonia yang disebabkan oleh SARS coronavirus, adenovirus, hantavirus, parainfluenza atau virus H1N1.
Cara mencegah pneumonia
Dengan menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga kebersihan dilingkungan tempat kita tinggal merupakan awal yang baik untuk mencegah terkena pneumonia. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin pneumokokus, vaksin ini akan mencegah anda terkena pneumonia asal diiringi dengan menerapkan hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Cuci tangan setelah melakukan sesuatu. Ini membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia.
Alternatif Penyembuhan Pneumonia dengan Herbal
Pengobatan secara herbal sekarang ini sedang naik daun, karena merupakan pengobatan yang tanpa menimbulkan efek samping jangka panjang. Penyakit Pneumonia dapat di obati dengan menggunakan obat herbal Xamthone Plus dimana xamthone plus ini mengandung zat bioaktif Xanthone.
Beberapa penelitian tentang manfaat senyawa xanthone memperlihatkan bahwa xanthone bersifat anti mikroba terhadap MRSA (methicillin resistant staphylococcus aureus), yaitu bakteri yang telah kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi parah.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suksamran pada tahun 2003, kandungan alpha-mangostin, beta-mangostin, garcinone B pada manggis mampu menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit paru-paru atau tuberculosis (TBC). TBC merupakan penyakit yang masih diperhatikan karena Indonesia belum sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut.
Telah dilakukan pula penelitian terhadap aktivitas xanthone dalam kulit manggis terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotic metisilin.
Langganan:
Komentar (Atom)