Aneh rasanya ketika aku mencoba untuk menulis surat ini padamu. Lama kusadari meski kita tinggal dalam satu atap, namun seperti ada jarak dan benteng yang tak terlihat. Membuat kita jarang sekali mengobrol santai, dan mencurahkan isi hati masing-masing. Namun tahukah engkau Ayah, bahwa sebenarnya aku rindu?
Jumat, 17 April 2015
Kamis, 16 April 2015
Teman Baik !
Ada banyak perjuangan
yang harus dilalui di dunia ini. Hal-hal yang akan melatih kamu menjadi manusia
yang lebih kuat lagi. Membuat kamu menjadi lebih dewasa lagi. Setiap tindakan
adalah pertempuran melawan diri sendiri. Meski tak jarang selalu melibatkan
orang lain. Banyak yang akhirnya sampai dengan selamat. Ada pula yang sampai
dengan cara tertatih dan sangat lambat. Namun mereka sampai pada titik yang
memang harus diperjuangkan. Berjuang sendiri dan merasakan kebahagiaan yang tak
pernah bisa dijelaskan. Orang-orang
seperti ini selalu lebih paham, arti dari sebuah kerja keras. Sebab, banyak hal tak ia dapatkan dengan
mudah. Tak jarang ia harus berkerja melabihi dari yang biasanya.
Meski di dalam
perjalanan kamu tak pernah benar-benar bisa bekerja sendiri. Setidaknya kamu
harus tahu apa yang memang harus dikerjakan sendiri. Karena memang ada hal-hal
yang menjadi tanggangjawabmu yang tak bisa dialihkan. Dan jika kau kalah, kau
akan belajar hal yang bahkan lebih penting dari sebuah keberhasilan. Teman
adalah orang yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupmu. Dalam mencapai
apa saja yang kau impikan seringkali teman adalah orang yang ‘menentukan’. Tapi
perlu dipahami tidak semua teman menjadikanmu dewasa. Tidak semua teman
benar-benar mampu membuatmu belajar menerima segalanya. Terutama saat kau kalah
dan memang seharusnya kau kalah waktu itu.
Teman yang baik akan
mengatakan sesuatu yang tak pantas untuk kau miliki apa adanya. Akan mengatakan
sesuatu yang tidak kau capai dengan baik saat ini dengan apa adanya. Saat kau
belum berhak atas sesuatu, kau akan dikatakan belum berhak. Tak peduli apakah
itu akan membuatmu sedih atau merasa luka. Karena dia harus jujur padamu demi
kebaikanmu. Semisal, saat kau menulis dan tulisanmu masih belum bagus, ia akan
mengatakan apa saja kekurangannya. Karena itu penting untuk proses
berkembangmu. Ia tak akan memuji hanya untuk membuatmu bahagia.
By : Boy Chandra_Rasa Lelaki
Jika kau terlalu rincu
Terlalu rindu seringkali
menjelma hal-hal yang tidak biasa. Semisal tiba-tiba dihantui ketakutan akan
kehilangan kamu yang berlebihan. Kalau sudah begini. Aku harus menenangkan diriku dengan lebih.
Bahkan tak jarang, aku didatangi mimpi yang aneh. Yang membuatku menghela napas
panjang saat terbangun. Sungguh, rindu kadang menjelma hal-hal yang
menyeramkan. Namun, aku selalu ingin menenangkan diri. Aku paham, rindu yang
tak terkendali bisa saja melukai hati. Bisa saja menjadi penyebab kesalahpahaman. Itulah mengapa, saat aku merindukanmu, aku
ingin mengatakan secepatnya. Karena dengan begitu, setidaknya, perasaanku bisa
lebih tenang. Meski rindu tak juga
berkurang.
Jarak adalah
satu-satunya hal yang harus kita kutuk. Namun apalah daya, kita tak pernah
benar-benar bisa membuatnya seketika takluk. Aku tidak bisa berada di sampingmu
saat ini juga. Saat rindu terasa semakin bergelora. Aku tak bisa menembus
angin, lalu berdiri di sampingmu saat kau ingin. Kalau sudah rindu begini, aku
hanya bisa mengabarimu. Atau memendam perasaanku sendiri. Dan rindu terasa semakin
menyesakkan. Apalagi jika kau sibuk dengan duniamu. Kau sibuk dengan
pekerjaanmu yang memang harus kau jalani pada jam tertentu. Mau tidak mau aku
harus menerima. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu. Itu bagian dari tuntutan
hidupmu. Hanya saja rindu kadang membuat diri tak terkendali.
Satu hal yang aku
mengerti; saat rindu sudah terlalu menumpuk di dada ini, aku hanya perlu
meyakini, di sana kau juga merasakan hal yang sama. Kita hanya perlu berdoa
sampai saatnya kita punya waktu berjumpa. Untuk saat ini biarkan rindu menjelma
menjadi doa-doa. Menjadi energi yang menumpuk di tubuh kita. Mengajari banyak
hal tentang bagaimana tabah dalam hal mencintai. Dengan begitu, kita bisa
merasa lebih tenang. Percayalah, segala yang dijalani dengan tabah akan membawa
kita kepada kemenangan yang indah. Tetap jaga hatimu di sana, kujaga rinduku
padamu seutuhnya.
Tetaplah mengadu pada
Tuhan, jika kita sudah merasa tidak tahan untuk menunda pertemuan. Sebab semua
yang terasa tak akan pernah ada jika tak ada yang mengaturnya. Kita serahkan
semua kepada yang mahacinta. Hanya itu yang bisa kita lakukan, saat jarak tak bisa kita bunuh seketika. Aku ingin
kau mengerti, di sini aku juga sedang berjuang sepenuh hati. Sama seperti aku
percaya; di sana kau juga sedang berjuang untuk mempersiapkan segala rencana
yang akan kita jalani nanti. Kalau rindu datang lagi kepada kita, menumpuk dan
membuat kita merasa hampir gila. Berserahlah kepada yang mahacinta, sebab tiada
cinta tanpa keinginan-nya.
Boy Candra | 11/04/2015
Selasa, 14 April 2015
Dieng
Negeri para dewa. Itulah julukan yang disematkan bagi kawasan dataran tinggi Dieng yang terletak di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.
Kawasan berhawa dingin ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling
populer di Jawa Tengah. Tak cuma punya wisata alamnya yang mempesona,
Dieng juga sarat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya.
Sebelumnya Hipwee udah pernah memberikan panduan lengkap menikmati nukilan surga di tanah para dewa ini. Kali ini, kami akan mengajak kamu mengunjungi objek wisata yang ada di sana satu per satu. Jangan lupa siapkan jaketmu!
Dieng Plateau dikenal juga dengan sebutan Negeri di Atas Awan. Kalau
kamu ingin tahu kenapa kawasan itu dianamakan begitu, naiklah sebelum
fajar menuju Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan. Dari sinilah kamu bisa menemukan negeri indah itu, di mana kilau golden sunrise menyinari gumpalan awan di bawah kakimu.
Bukit Sikunir dan golden sunrise-nya memang menjadi destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Dieng. Dengan trek yang mudah dan singkat, tak heran kalau tiap musim liburan tempat ini selalu dipenuhi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pesona golden sunrise.
Puas menikmati panorama golden sunrise di Bukit Sikunir, mampir dulu
ke Desa Sembungan. Inilah desa yang letak wilayahnya paling tinggi di
Pulau Jawa, dengan ketinggian sekitar 2.200 mdpl. Desa yang disebut juga
dengan Desa Matahari ini konon merupakan desa tertua di kawasan Dieng.
Pada pagi hari, kamu bisa berjumpa dan menyapa penduduk setempat yang
sedang berjemur menghangatkan diri di desa terdingin ini.
Di desa Sembungan ini pula, kamu bisa menemukan Telaga Cebong yang disebut-sebut sebagai telaga di atas awan. Sambil menikmati telaga yang diselimuti kabut, gak ada salahnya untuk menghangatkan diri dengan secangkir kopi di warung-warung sekitar telaga.
Selain Bukit Sikunir, ada lagi tempat istimewa untuk menyaksikan indahnya golden sunrise, yaitu di puncak Gunung Prau. Gunung Prau ini adalah gunung yang santai tapi menantang dengan puncaknya yang sangat luas. Tak heran jika di akhir pekan para pendaki berbondong-bondong nge-camp di atas sana, sampai-sampai puncaknya penuh tenda.
Ada dua jalur yang biasa dilewati pendaki, salah satunya adalah jalur pendakian melalui Desa Patak Banteng, Dieng. Jalur ini lumayan curam tapi juga jalur tersingkat untuk sampai ke puncak. Cukup 3 jam mendaki, kamu udah bisa sampai ke puncak. Makanya, gunung ini pas buat pendaki yang masih pemula.
Kalau kamu gak keburu muncak ke Prau atau Bukit Sikunir, masih ada
gardu pandang Tieng yang juga sanggup menampilkan keindahan matahari
terbit dan negeri di atas awan dari Dieng Plateau. Dari gardu di
ketinggian 1789 mdpl ini, kamu masih bisa menikmati indahnya gumpalan
awan bergulung di bawah kakimu, menutupi pemandangan desa-desa yang
serupa maket miniatur. Apalagi, gardu pandang ini mudah dijangkau karena
berada di pinggir jalan.
Jangan lewatkan mengunjungi Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Dua
telaga ini berada bersisian, hanya dibatasi sejengkal rumput dan
pepohonan. Tapi, perbedaan warna yang mencolok menjadikan kedua telaga
ini unik, apalagi jika dilihat dari atas Batu Ratapan Angin yaitu dua buah batu besar yang berada di atas bukit tak jauh dari Dieng Theatre.
Telaga Pengilon memiliki air yang jernih yang bisa kamu gunakan untuk becermin—itulah asal mula nama Pengilon, dari kata ngilo yang dalam bahasa Jawa artinya becermin. Telaga Warna juga memiliki eksotismenya tersendiri. Warna telaga ini bisa berubah-ubah seiring waktu. Ajaib, ‘kan?
Telaga Menjer merupakan telaga terluas di Wonosobo yang berada tak
jauh dari gerbang masuk Dieng Plateau. Telaga ini terletak di Desa
Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, hanya sekitar 12 km dari
pusat kota Wonosobo. Selain menjadi tempat wisata yang menarik, telaga
ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
Nah, kalau telaga yang satu ini adalah yang terluas di dataran tinggi Dieng. Terletak di kawasan Dieng Kulon yang masuk wilayah Banjarnegara, telaga seluas 30 ha ini airnya tak pernah surut meski tak memiliki sumber air. Di sini, kamu bisa memancing sambil menikmati panorama telaga.
Telaga Dringo yang terletak di Desa Pekasiran, Dieng Kulon ini
menjadi telaga dengan posisi paling tinggi di Dieng. Di atas ketinggian
2.222 mdpl, telaga ini adalah Ranu Kumbolonya Dieng. Apalagi, dengan
panorama berlatar gunung membuat danau indah ini gak boleh alpa kamu
kunjungi.
Di Dieng Plateau ini, sejumlah kawah yang masih menampakkan
aktivitasnya, membuat kita sadar bahwa Dieng adalah kawasan vulkanik
yang masih aktif. Ada kawah Sikidang dengan pesonanya
menjadi salah satu kawah yang paling populer di Dieng zona satu. Tempat
ini dinamakan Sikidang yang berarti kijang karena tempat keluarnya
gas seringkali berpindah-pindah. Di sini, kamu juga bisa menjajal spa
dengan lumpur kawah.
Sementara, kawah Sileri yang terletak di Dieng Kulon ini adalah kawah terluas dan yang paling aktif di Dieng. Kamu bisa menyaksikan kepulan asap putih yang membumbung dengan latar perbukitan yang indah.
Warga Dieng sudah terbiasa dengan kemunculan kawah yang tiba-tiba. Selain dua kawah tersebut, masih ada beberapa kawah lain, seperti kawah Sibanteng, kawah Candradimuka, kawah Sikendang, Sinila, dan Timbang. Beberapa berpotensi mengeluarkan gas beracun, jadi jangan lupa mengenakan masker dan berhati-hati.
Sumur Jalatunda merupakan sumur raksasa yang terletak di Dieng Kulon
atau zona dua. Sumur ini terbentuk akibat letusan vulkanik, menyisakan
pemandangan yang indah dan tak biasa. Selain itu, sumur Jalatunda ini
juga diselimuti oleh mitos yang mengatakan barangsiapa yang bisa
melemparkan batu hingga ke ujung dinding sumur, maka keinginannya bisa
terkabul. Percaya? Coba buktikan aja sendiri.
Tak cuma punya memiliki objek wisata alam yang unik dan memukau,
Dieng juga kental dengan nilai sejarah. Terbukti dengan sejumlah
kompleks candi Hindu yang masih berdiri sampai sekarang. Candi-candi ini
konon dibangun pada abad ketujuh. Uniknya, candi-candi ini dinamai
dengan nama tokoh pewayangan, antara lain candi Arjuna, Candi Gatotkaca,
Candi Bima, Candi Semar, dan Candi Srikandi.
Kalau kamu punya ketertarikan lebih terhadap sejarah dan budaya Hindu
yang membekas di dataran tinggi Dieng, berkunjunglah ke Museum Kailasa.
Nama Kailasa diambil dari sebuah gunung tempat tinggal Siwa, karena
peninggalan sejarah di Dieng identik dengan pemujaan kepada dewa Siwa.
Di sini, kamu bisa mengamati sejumlah koleksi arca dan artefak
peninggalan Hindu Jawa kuno.
Dieng Culture Festival merupakan festival budaya terbesar di Dieng
yang diadakan setiap tahunnya. Biasanya, festival ini diselenggarakan
sekitar bulan Agustus. Di sini, kamu bisa menyaksikan Ruwat Gembel,
yaitu upacara pemotongan rambut bagi bocah gimbal yang umum di Dieng.
Kalian juga bisa menyaksikan kirab budaya, pagelaran wayang kulit,
sampai festival musik Jazz! Gimana, seru ‘kan?
Sebelumnya Hipwee udah pernah memberikan panduan lengkap menikmati nukilan surga di tanah para dewa ini. Kali ini, kami akan mengajak kamu mengunjungi objek wisata yang ada di sana satu per satu. Jangan lupa siapkan jaketmu!
1. Lewat puncak bukit Sikunir, saksikan indahnya pesona golden sunrise yang menyinari Negeri di Atas Awan
Golden sunrise di Puncak Sikunir via birowisatadieng.com
Bukit Sikunir dan golden sunrise-nya memang menjadi destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Dieng. Dengan trek yang mudah dan singkat, tak heran kalau tiap musim liburan tempat ini selalu dipenuhi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pesona golden sunrise.
2. Dari Sikunir, mampirlah ke Desa Sembungan dan jamahi eloknya Telaga Cebong
Desa tertinggi di Pulau Jawa via ensiklopediaindonesia.com
Di desa Sembungan ini pula, kamu bisa menemukan Telaga Cebong yang disebut-sebut sebagai telaga di atas awan. Sambil menikmati telaga yang diselimuti kabut, gak ada salahnya untuk menghangatkan diri dengan secangkir kopi di warung-warung sekitar telaga.
3. Ingin menikmati keelokan Negeri di Atas Awan yang lebih menantang? Camping-lah di puncak gunung Prau dan nantikan terbitnya matahari di cakrawala
Pemandangan dari Gunung Prau via twitter.com
Ada dua jalur yang biasa dilewati pendaki, salah satunya adalah jalur pendakian melalui Desa Patak Banteng, Dieng. Jalur ini lumayan curam tapi juga jalur tersingkat untuk sampai ke puncak. Cukup 3 jam mendaki, kamu udah bisa sampai ke puncak. Makanya, gunung ini pas buat pendaki yang masih pemula.
4. Ada pula gardu pandang Tieng yang membuatmu seolah bisa menyentuh awan
Gardu pandang Tieng via oafindo.com
5. Jadilah saksi keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, dua telaga cantik yang bersandingan
Pemandangan Telaga Warna dan Pengilon dari atas Batu Ratapan Angin via iewenkphotos.com
Telaga Pengilon memiliki air yang jernih yang bisa kamu gunakan untuk becermin—itulah asal mula nama Pengilon, dari kata ngilo yang dalam bahasa Jawa artinya becermin. Telaga Warna juga memiliki eksotismenya tersendiri. Warna telaga ini bisa berubah-ubah seiring waktu. Ajaib, ‘kan?
6. Selain Telaga Warna, Pengilon, dan Cebong, kamu juga bisa menemukan beberapa telaga lainnya di kawasan Dieng
Kawasan Dieng gak cuma memiliki tiga telaga itu aja, masih ada beberapa telaga yang pastinya layak kamu singgahi saat berkunjung ke kawasan ini.a. Telaga Menjer
Telaga menjer via goresan-lensa.blogspot.com
b. Telaga Merdada
Telaga Merdada via budparbanjarnegara.com
Nah, kalau telaga yang satu ini adalah yang terluas di dataran tinggi Dieng. Terletak di kawasan Dieng Kulon yang masuk wilayah Banjarnegara, telaga seluas 30 ha ini airnya tak pernah surut meski tak memiliki sumber air. Di sini, kamu bisa memancing sambil menikmati panorama telaga.
c. Telaga Dringo
Telaga Dringo via dringodieng.blogspot.com
7. Bukan cuma telaga. Sejumlah kawah juga menjadi daya tarik tersendiri, mengingatkan kita bahwa kawasan ini merupakan sebuah gunung api raksasa
Kawah Sikidang via sobondeso.blogspot.com
Sementara, kawah Sileri yang terletak di Dieng Kulon ini adalah kawah terluas dan yang paling aktif di Dieng. Kamu bisa menyaksikan kepulan asap putih yang membumbung dengan latar perbukitan yang indah.
Warga Dieng sudah terbiasa dengan kemunculan kawah yang tiba-tiba. Selain dua kawah tersebut, masih ada beberapa kawah lain, seperti kawah Sibanteng, kawah Candradimuka, kawah Sikendang, Sinila, dan Timbang. Beberapa berpotensi mengeluarkan gas beracun, jadi jangan lupa mengenakan masker dan berhati-hati.
8. Mau harapanmu terkabul? Buktikan lewat mitos Sumur Jalatunda
Sumur Jalatunda via idahceris.com
9. Candi-candi nan apik juga menghiasi kawasan ini, membuatnya genap disebut sebagai Negeri Para Dewa
Candi Arjuna via iewenkphotos.com
10. Untuk mengetahui lebih dalam sejarah Hindu di Dieng, mampirlah ke Museum Kailasa
Museum Kailasa via nurulmubin.com
11. Akhirnya, kalau kamu cukup beruntung datang di waktu yang tepat, jangan lewatkan Dieng Culture Festival yang diselenggarakan tiap tahunnya
Ruwat Gembel, Dieng Culture Festival via www.zimbio.com
SMA ! Yaaap masa indah menuju dewasa :)
Tiga tahun di SMA adalah salah satu periode paling indah dalam hidup
kita. Saat itu kita masih sangat muda, walau cukup sombong untuk percaya
bahwa kita sudah begitu dewasa. Semangatmu yang meluap di masa inipun
selalu didukung oleh orang-orang yang kamu sebut teman. Mereka
mengenalmu luar dalam, dan kamu pun mengenal mereka layaknya saudara.
Persahabatanmu telah melalui banyak momen indah baik suka, duka, dan kekonyolan khas remaja. Tak heran sampai saat ini pun kamu masih menjalin hubungan yang baik. Bahkan terkadang di sela kesibukan masing-masing, kalian masih menyempatkan diri untuk sekadar berkumpul dan menertawakan kisah lucu di masa lalu. Tapi, pernahkah kamu bertanya kenapa mereka masih selalu ada di hatimu hingga saat ini? Mengapa hubunganmu dengan sahabat-sahabat di masa SMA bisa terus terjaga?
Mungkin, inilah beberapa alasan mengapa sahabat yang kamu temui di masa SMA akan menjadi teman sejatimu selamanya:
Bersama teman-teman SMA lah kamu tumbuh dewasa bersama. Mengalami
berbagai gejolak remaja seperti jatuh cinta, belajar, berorganisasi,
segala romantisme masa SMA kamu alami bersama mereka. Walaupun hanya 3
tahun kalian dipersatukan di sekolah yang sama, namun kamu mampu
berkembang pesat menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa pada akhir masa
kalian bersekolah. Kamu yang tadinya lugu pun, selama 3 tahun sudah
menjadi tak selugu seperti dahulu lagi. Bersama merekalah kamu merasakan
arti persahabatan yang sesungguhnya.
Saat itu, kamu masih muda dan belum berpengalaman soal percintaan.
Sekali waktu ada masa dimana kamu merasakan patah hati yang menyakitkan
yang baru kali itu kamu alami. Namun teman-teman masa SMA lah yang
selalu ada di sisimu dan membantumu melalui masa itu. Mereka tak segan
menghiburmu dan memberimu tempat bersandar. Persahabatan kalian yang
indah berhasil membuatmu lupa dengan sakit yang melanda. Mereka selalu
bisa membuatmu kuat, bagaimana pun caranya.
Kamu dan mereka pernah mengalami masa indah itu bersama-sama. Mereka
tahu segalanya tentangmu baik dan burukmu. Namun merekalah orang yang
selalu terbuka untuk selalu menerimamu apa adanya. Saat orang lain
menghakimimu dan menganggapmu tak baik, merekalah orang yang tetap
merengkuhmu apapun situasinya.
Kamu pernah mengalami masa jaya dalam persahabatan kalian, di masa
itulah kalian menemukan kebahagiaan. Rasa bangga akan persahabatan
kalian pun menumbuhkan rasa bangga pula terhadap kampung halaman kalian.
Tak hanya itu, kamu pun bangga dengan tempat kalian bersekolah. Kamu
menemukan rasa memiliki yang dalam dan bermakna pada kota itu yang telah
menyimpan berbagai memori tentang masa sekolahmu dulu.
Sejak kamu sangat sering menghabiskan waktu bersama mereka, kamu pun
jadi mengenal baik keluarga mereka. Kamu dekat dengan ibu dan ayah
mereka, bahkan kakak dan adik mereka. Tak jarang kamu pun masih saling
menanyakan kabar keluarga dan berbagai berita yang terkini tentang
mereka. Memang rasanya teman masa SMA itu bukan hanya sekedar teman,
tapi juga saudara yang memiliki keterikatan batin denganmu.
Kebanyakan masa SMA akan dipenuhi dengan tawa dan segala tingkah
konyol yang terjadi di kelas dan sekolah. Tak jarang beberapa dari
temanmu masih menyimpan file foto dan video sebagai bukti
keseruan di masa jaya itu. Hal-hal inilah yang membuat kamu sulit lupa
dengan teman-temanmu semasa SMA. Mereka memberikan memori masa itu yang
membentukmu jadi kamu yang sekarang. Selain itu, mereka adalah elemen
yang penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita.
Setelah kamu dan teman-temanmu lulus SMA, kalian pun harus mengejar
mimpi masing-masing. Tak jarang dari kalian yang harus terpisah karena
beberapa dari kalian diterima di universitas yang berlainan, jurusannya
pun berbeda. Di satu titik kalian merasa sedih karena kalian sudah
merasa menjadi satu kesatuan yang dengannya kamu berani menghadapi
dunia. Tapi kamu dan temanmu paham betul bahwa perpisahan ini adalah
bagi yang terbaik bagi diri kalian masing-masing.
Namun setelah selama ini kamu terpisah jarak dan lama tak bertemu, kamu masih menjadikan mereka tempatmu untuk kembali. Setiap kali ada kabar bahagia ataupun sedih, kamu selalu sempat menghubungi mereka. Sesekali waktu pun kalian menyempatkan waktu untuk bertemu dan sekedar membicarakan segala hal yang pernah kalian jalani bersama. Dengan mereka, rasanya kamu masih orang yang sama yang dulu menikmati masa muda bersama mereka.
Sudahkah wajah mereka, teman-teman masa SMA tersayangmu, muncul di dalam kepalamu? Bukankah memori tentang masa itu seperti tak habis-habis bisa membuatmu bahagia serta rindu?
Sumber : Hipwee.com
Persahabatanmu telah melalui banyak momen indah baik suka, duka, dan kekonyolan khas remaja. Tak heran sampai saat ini pun kamu masih menjalin hubungan yang baik. Bahkan terkadang di sela kesibukan masing-masing, kalian masih menyempatkan diri untuk sekadar berkumpul dan menertawakan kisah lucu di masa lalu. Tapi, pernahkah kamu bertanya kenapa mereka masih selalu ada di hatimu hingga saat ini? Mengapa hubunganmu dengan sahabat-sahabat di masa SMA bisa terus terjaga?
Mungkin, inilah beberapa alasan mengapa sahabat yang kamu temui di masa SMA akan menjadi teman sejatimu selamanya:
1. Kamu dan mereka tumbuh bersama. Dari bocah SMP yang hampir tak tahu apa-apa, kalian menjadi pribadi yang lebih dewasa
Jadi dewasa bersama via joehady27.wordpress.com
2. Teman-teman semasa SMA lah yang ada disisimu saat kamu mengalami patah hati untuk yang pertama kalinya
Saling mendukung via onehugaday.wordpress.com
3. Mereka adalah teman yang tak pernah menghakimimu. Bagaimanapun “nakalnya” kamu, mereka tetap menerimamu apa adanya
Setelah ini, seterusnya akan tetap berteman via mutiaasfarinablog.wordpress.com
4. Persahabatanmu dengan merekalah yang menumbuhkan rasa bangga terhadap kampung halamanmu
Bersekolah di kampung halaman tercinta via blogriesa.blogspot.com
5. Tak hanya mengenal nama dan musik kesukaan mereka saja, kalian pun kenal baik dengan ayah, ibu, dan kakak/adik mereka
Kamupun mengenal seluruh keluarga temanmu via fatwafamily.wordpress.com
6. Mereka bahkan mempunyai segala dokumentasi tentang kekonyolan yang pernah terjadi di dalam kelas
Momen konyol yang bikin rindu via rindangdingdong.blogspot.com
7. Mereka selalu menjadi tempatmu untuk kembali, tak peduli jarak dan waktu yang memisahkan kalian
Momen inilah yang membuatmu kembali pada mereka via wardhanie26.wordpress.com
Namun setelah selama ini kamu terpisah jarak dan lama tak bertemu, kamu masih menjadikan mereka tempatmu untuk kembali. Setiap kali ada kabar bahagia ataupun sedih, kamu selalu sempat menghubungi mereka. Sesekali waktu pun kalian menyempatkan waktu untuk bertemu dan sekedar membicarakan segala hal yang pernah kalian jalani bersama. Dengan mereka, rasanya kamu masih orang yang sama yang dulu menikmati masa muda bersama mereka.
Sudahkah wajah mereka, teman-teman masa SMA tersayangmu, muncul di dalam kepalamu? Bukankah memori tentang masa itu seperti tak habis-habis bisa membuatmu bahagia serta rindu?
Sumber : Hipwee.com
Minggu, 12 April 2015
Yuhuuu , Sri Gethuk ~
Terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal
persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa
mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi
Gunungkidul yang terkenal kering.
ksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Asal muasal nama Sri Gethuk.
Menurut Pak Ngabdani Ketua Kelompok Tani yang mengelola wisata tersebut. Asal muasal nama Gethuk sebetulnya bukan makanan tradisional yang berasal dari singkong itu, tapi sebetulnya adalah Kethuk salah satu jenis perangkat gamelan jawa. Namun lidah kita lebih mudah menyebut Gethuk mengingat sebelumnya ada kata Sri, jadi hanyalah untuk memudahkan saja. Menurut beliau, pada jaman kakek-kakek buyutnya. Di seputar air terjun tersebut terdapat kerajaan lelembut yaitu semacam makhluk halus yang tentu tidak kasat mata. Pada hari dan saat saat tertentu konon di kerajaan tersebut sering spel atau latihan menabuh gamelan tersebut. Suara gamelan tersebut sangat nyaring di dengar oleh warga desa Bleberan. Nah suatu ketika ada sedikit keributan karena salah satu alat gamelannya hilang. Gamelan yang hilang itu namanya Kethuk. Maka terkenalah air terjun tersebut bernama Sri Kethuk..atau kemudian juga dan malah lebih dikenal dengan nama Sri Gethuk. Lokasi ini selanjutnya oleh pemerintah desa dikembangkan menjadi lokasi wisata dan dibuka sejak tahun 2007.
Setelah sampai dilokasi parkir, ada dua cara untuk mencapai lokasi air terjun. Pertama dengan berjalan kaki melintasi areal persawaan sekitar 1.5 km atau yang kedua menuruni anak tangga yang sudah lumayan disemen menuju dermaga di tepi Sungai Oya untuk naik secamam perahu Gethek yang sdah dimodifikasi menjadi lebih modern. Drum drum dari plastik ditata sedemikian rupa dan beri alas papan untuk berdiri penumpang serta diberi pagar besi untuk pengaman. Perahu ini muat sekitar 7-8 penumpang dan berjalan digerakkan oleh mesin diesel kecil untuk memutar turbin. Penumpang dikenai biaya Rp.7.500,- pulang balik per orang untuk naik perahu ini. Perahupun berjalan pelan kita bisa sambil memotret dan mencari obyek-obyek yang cocok yang sangat indah sepanjang perjalanan 5 menit ini.
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.
ksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Kabupaten Gunung Kidul, dahulu sangat terkenal dan identik dengan
kekeringan, hutan gundul, tanah tandus dan berbatu. Namun saat ini kesan
itu mestinya sudah hilang ditelan semilir angin dan rimbunnya pohon
pohon hutan di rakyat yang menutupi berbagai tanah yang dahulunya
kosong dan tandus. Pohon pohon seperti jati dan mahoni begitu
mendominasi selain kelapa, rambutan, sengon, dan lain lain.
Di beberapa kecamatan terutama yang mempunyai pantai memang masih
terasa aroma kering di musim kemarau. Namun jangan salah jika kita semua
mengunjungi suatu tempat di Kecamatan Playen, desa Bleberan…….disitu
ada suatu tempat yang sangat elok, berlimpah air, hamparan sawah yang
sangat subur dan tentu yang sedang naik daun dan sangat terkenal
sekarnag adalah tempat yang bernama Air Terjun Sri Getuk. Air
di seputar tempat ini sangat melimpah karena memang beberapa mata air
muncul dari dalam tanah dan beberapa alirannya masuk melalui tebing
yang yang sangat tinggi masuk ke dalam Sungai Oya, sungai yang tidak
pernah kering dan mengalir sepanjang musim. Air terjun itu terpcah
menjadi tiga bagian yang meluncur sangat deras..itulah indahnya Air Terjun Sri Gethuk di Kecamatan Playen Gunung Kidul.
Jika kita ingin berekreasi ke Air Terjun Sri Gehtuk ini dari
Yogyakarta kita akan menempuh jarak sekitar 45 km. Dari yogyakarta ke
arah Gunungkidul kemudian naik tanjakan yang lumayan terjal di Piyungan
dan bukit Pathuk Gunung Kidul. Terus kemudian akan melalui hutan negara
di Bunder terus sampai ketemu pertigaan traficlight di Gading kemudian
belok kanan ke arah Playen. Setelah sampai Playen belok kanan arah
kecamatan Palihan dan sekitar 2 km kita akan ketemu pertigaan dan belok
kanan. Di pertigaan tersebut kita sudah akan melihat banyak petunjuk
jalan yang akan membimbing kita secara mudah untuk dapat menjangkau air
terjun Sri Gethuk. Dari pertigaan tadi kita masih harus menuempuh
perjalanan lagi sepanjang 7 km. ya tinggal 7 km dan sudah lumayan dekat,
tapi….eeiit…jangan salah karena jalan tersebut agak kurang baik dan
cenderung rusak, jadi jalannya juga pelan pelan..memang sih saat itu
beberapa bagian jalan sudah mulai diperbaiki dan aspal juga masih terasa
baru. Namun rupaya masih lumayan panjang juga yang rusak jadi kita
perlu musti hati hati. Satu setengah jam perjalanan kita sampai di
lokasi.Asal muasal nama Sri Gethuk.
Menurut Pak Ngabdani Ketua Kelompok Tani yang mengelola wisata tersebut. Asal muasal nama Gethuk sebetulnya bukan makanan tradisional yang berasal dari singkong itu, tapi sebetulnya adalah Kethuk salah satu jenis perangkat gamelan jawa. Namun lidah kita lebih mudah menyebut Gethuk mengingat sebelumnya ada kata Sri, jadi hanyalah untuk memudahkan saja. Menurut beliau, pada jaman kakek-kakek buyutnya. Di seputar air terjun tersebut terdapat kerajaan lelembut yaitu semacam makhluk halus yang tentu tidak kasat mata. Pada hari dan saat saat tertentu konon di kerajaan tersebut sering spel atau latihan menabuh gamelan tersebut. Suara gamelan tersebut sangat nyaring di dengar oleh warga desa Bleberan. Nah suatu ketika ada sedikit keributan karena salah satu alat gamelannya hilang. Gamelan yang hilang itu namanya Kethuk. Maka terkenalah air terjun tersebut bernama Sri Kethuk..atau kemudian juga dan malah lebih dikenal dengan nama Sri Gethuk. Lokasi ini selanjutnya oleh pemerintah desa dikembangkan menjadi lokasi wisata dan dibuka sejak tahun 2007.
Setelah sampai dilokasi parkir, ada dua cara untuk mencapai lokasi air terjun. Pertama dengan berjalan kaki melintasi areal persawaan sekitar 1.5 km atau yang kedua menuruni anak tangga yang sudah lumayan disemen menuju dermaga di tepi Sungai Oya untuk naik secamam perahu Gethek yang sdah dimodifikasi menjadi lebih modern. Drum drum dari plastik ditata sedemikian rupa dan beri alas papan untuk berdiri penumpang serta diberi pagar besi untuk pengaman. Perahu ini muat sekitar 7-8 penumpang dan berjalan digerakkan oleh mesin diesel kecil untuk memutar turbin. Penumpang dikenai biaya Rp.7.500,- pulang balik per orang untuk naik perahu ini. Perahupun berjalan pelan kita bisa sambil memotret dan mencari obyek-obyek yang cocok yang sangat indah sepanjang perjalanan 5 menit ini.
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.
Recomended . Candi Plosan !
Recomended deh sama candi ini gak bakal nyesel !
Ngaa perlu bayar mahal buat menikmati keindahaan candi Plaosan
Anda tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu anda juga akan menemui candi-candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, anda akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan, arsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha.
Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar.
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.
Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai "ibu dari semua Budha". Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.
Bagian Bas relief candi ini memiliki gambaran unik pria dan wanita. Terdapat seorang pria yang digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah serta figur pria dengan tangan vara mudra dan vas di kaki yang dikelilingi enam pria yang lebih kecil. Seorang wanita ada yang digambarkan sedang berdiri dengan tangan vara mudra, sementara di sekelilingnya terdapat buku, pallet dan vas. Krom berpendapat bahwa figur pria wanita itu adalah gambaran patron supporter dari dua wihara.
Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Bila berjalan ke bagian utara, anda bisa melihat bangunan terbuka yang disebut Mandapa. Dua buah prasati juga bisa ditemui, yaitu prasasti yang di atas keping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama.
Salah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Krom berpendapat teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks-teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit maka mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha).
Jika melihat sekeliling candi, anda akan tahu bahwa Candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Hal itu dapat dilihat dari adanya pagar keliling sepanjang 460 m dari utara ke selatan serta 290 m dari barat ke timur, juga interior pagar yang terdiri atas parit sepanjang 440 m dari utara ke selatan dan 270 m dari barat ke timur. Parit yang menyusun bagian interior pagar itu bisa dilihat dengan berjalan ke arah timur melewati sisi tengah bangunan bersejarah ini.
Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Singgih Dwi Cahyanto
Copyright © 2006 YogYES.COM
Ngaa perlu bayar mahal buat menikmati keindahaan candi Plaosan
Anda tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu anda juga akan menemui candi-candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, anda akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan, arsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha.
Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar.
Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 m x 19 m. Pada bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.
Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai "ibu dari semua Budha". Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.
Bagian Bas relief candi ini memiliki gambaran unik pria dan wanita. Terdapat seorang pria yang digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah serta figur pria dengan tangan vara mudra dan vas di kaki yang dikelilingi enam pria yang lebih kecil. Seorang wanita ada yang digambarkan sedang berdiri dengan tangan vara mudra, sementara di sekelilingnya terdapat buku, pallet dan vas. Krom berpendapat bahwa figur pria wanita itu adalah gambaran patron supporter dari dua wihara.
Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Bila berjalan ke bagian utara, anda bisa melihat bangunan terbuka yang disebut Mandapa. Dua buah prasati juga bisa ditemui, yaitu prasasti yang di atas keping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama.
Salah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Krom berpendapat teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks-teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit maka mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha).
Jika melihat sekeliling candi, anda akan tahu bahwa Candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Hal itu dapat dilihat dari adanya pagar keliling sepanjang 460 m dari utara ke selatan serta 290 m dari barat ke timur, juga interior pagar yang terdiri atas parit sepanjang 440 m dari utara ke selatan dan 270 m dari barat ke timur. Parit yang menyusun bagian interior pagar itu bisa dilihat dengan berjalan ke arah timur melewati sisi tengah bangunan bersejarah ini.
Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Singgih Dwi Cahyanto
Copyright © 2006 YogYES.COM
Malaikat tanpa sayap
Genap sudah 42tahun kau ada di Bumi yang Indah ini '
Hampir 20 tahun kau abdikan dirimu untuk ku
Kasih sayang ,perhatian ,nasihat , doa , omelan kau tuahkan pada ku .
Selamat ulang tahun ibu . Tidak ada kado ataupun hadiah yang bisa ku berikan padamu
Hanyalah lantunan doa ketika ku bersujud yang menjadi balasan untukmu
Terimakasih untuk sgalanya .
Mungkin benar , kata terimakasih saja tak cukup sebab begitu besar jiwa pengabdian mu
gumpalan rindu yang slalu membius ketika ku terbangun di tengah malam
yang memandangi raut wajah suci di pojok kamar
Bau harum surga bersemerbak dalam jiwa dan kalbu .
Entahlah , kata kata indah apalagi yang ingin ku lukisan kan akan dirimu
'' Kasih ibu sepanjang masa , kasih anak sepanjang galah " ,
aku tak cukup pandai mengartikan kata itu
Ibu , perlu engkau ketahui hanya 1 harapan yang ingin ku buktikan pada mu .
Sukses semuda mungkin untuk membahagiakan mu dunia dan akhirat :)
Hampir 20 tahun kau abdikan dirimu untuk ku
Kasih sayang ,perhatian ,nasihat , doa , omelan kau tuahkan pada ku .
Selamat ulang tahun ibu . Tidak ada kado ataupun hadiah yang bisa ku berikan padamu
Hanyalah lantunan doa ketika ku bersujud yang menjadi balasan untukmu
Terimakasih untuk sgalanya .
Mungkin benar , kata terimakasih saja tak cukup sebab begitu besar jiwa pengabdian mu
gumpalan rindu yang slalu membius ketika ku terbangun di tengah malam
yang memandangi raut wajah suci di pojok kamar
Bau harum surga bersemerbak dalam jiwa dan kalbu .
Entahlah , kata kata indah apalagi yang ingin ku lukisan kan akan dirimu
'' Kasih ibu sepanjang masa , kasih anak sepanjang galah " ,
aku tak cukup pandai mengartikan kata itu
Ibu , perlu engkau ketahui hanya 1 harapan yang ingin ku buktikan pada mu .
Sukses semuda mungkin untuk membahagiakan mu dunia dan akhirat :)
Minggu, 05 April 2015
<iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="344" src="https://www.youtube.com/embed/dpfkgL0Gavc" width="459"></iframe>
Halo, diriku..
Apa kabarmu saat ini?
Apakah kamu masih sosok yang sama?
Sosok berkepala batu dengan ego yang selalu memenuhi udara?
Semoga saja tidak lagi.
Hai, ini aku, dirimu yang saat ini sedang tidak tenggelam dalam ego. Ya, aku menulis surat ini demi memperbaiki diriku sendiri. Aku ingin membuat kita tak lagi gemar menang sendiri sekaligus mengingatkan bahwa banyak orang di sekitaran yang tanpa kau sadari sudah kau abaikan. Lewat surat ini aku berusaha membantumu untuk tetap berpijak pada bumi dan mampu berbuat kebaikan selagi kamu masih bisa menghela udara.
Walau sering merasa dunia berlaku kurang adil padamu, sesungguhnya di sisi ada orang-orang yang begitu menyayangimu
Mungkin kamu belum menyadari benar bahwa dari sekian milyar manusia yang memenuhi bumi, kamu termasuk dalam golongan yang beruntung. Ya, kamu memiliki ayah, ibu, saudara, bahkan kawan yang selalu ada di sekitaran. Ada sosok ayah yang siap sedia banting tulang memenuhi semua kebutuhan. Ada pula ibu yang merawat dengan penuh kasih dan tak pernah alpa menuturkan wejangan, membuatmu selalu berada dalam jalur yang benar.
Selain orangtua, ada juga sosok saudara yang walaupun menyebalkan namun sebenarnya mereka benar-benar peduli pada keadaanmu. Ah, dan masihkah kamu ingat bahwa kamu selalu memiliki kawan di dalam hidupmu? Para sahabat yang selalu ada untuk berbagi dekap di saat hatimu terbelah menjadi dua. Mereka juga selalu sedia telinga, tak pernah jemu, walaupun kamu selalu mengulang cerita yang sama.
Dengan banyaknya orang yang mencintaimu apa adanya, masihkah kamu merasa kurang beruntung sebagai manusia?
Mereka dengan sabar menerima segala tingkah konyolmu sebagai manusia. Sementara kau justru sering memandang kebaikan mereka sebelah mata
Memang manusia tidak bisa meminta watak apa yang melekat pada dirinya ketika dilahirkan. Begitu pula kamu, kamu memang memiliki karakter keras. Bahkan terkadang orang-orang di sekitarmu harus berlapang dada untuk berhadapan dengan kepala batumu. Sadarkah kamu bahwa egomu selalu memegang kendali dan memenuhi udara?
Ya, kamu sering ingin menang sendiri. Terkadang kamu juga tenggelam ke dalam rasa iri yang sering membuatmu membenci teman tanpa alasan yang jelas. Saat ada beberapa teman yang berhasil meraih penghargaan kamu akan mengucapkan dengan hati setengah dan senyum yang tidak terlalu merekah.
Dipenuhi dengan orang-orang baik hati yang memiliki rasa tulus mencintaimu juga tidak membuatmu merasa lebih baik. Kamu justru merasa bahwa kebaikan yang mereka lakukan merupakan sebuah kewajiban. Sehingga kamu pun lebih gemar mengabaikan. Berpikir bahwa toh usia mereka semua masih panjang dan kamu bisa membalas segala kebaikan mereka kapan-kapan.
Kamu boleh merasa ingin menang sendiri. Tapi bukankah mereka juga punya hati?
Kamu mungkin tidak tahu betapa hati orang di sekitarmu selalu didera rasa sakit tiap kali kamu mengabaikan mereka. Ya, ibumu terluka tiap kali kamu selalu melontarkan alasan tidak bisa pulang ke kampung halaman. Begitu juga ayahmu, beliau kecewa ketika ragamu berada di rumah namun pikiranmu terhisap pada pada layar ponsel.
Tidak hanya mereka, adikmu juga sebal ketika harus menghadapi sifatmu yang selalu kekanakan. Tahukah kamu, di usiamu yang sudah menginjak kepala dua ini harusnya kamu bisa menjadi contoh panutan? Ya, tidak seharusnya kamu ingin menang sendiri dan mengharuskan setiap orang menuruti segala keinginan.
Belum lagi ketika kamu justru mengabaikan sahabat-sahabat yang sudah begitu baiknya hadir di dalam hidupmu. Kamu sengaja mengaku sedang sibuk dan enggan menghabiskan waktu ketika mereka butuh kehadiranmu. Kamu lebih menikmati ketika mereka bisa diajak berbagi suka. Namun saat mereka ingin sedikit membagi duka, kamu langsung menyibukkan diri.
Maukah sekarang kau sedikit melunakkan kerasnya kepala? “Selamanya” bukan bilangan waktu yang sah di dunia. Kau perlu berubah sebelum penyesalan menyapa .
Sumber : Hipwee.com
Sabtu, 04 April 2015
Teruntuk kalian ( Teman remaja ku)
Halo, teman-teman sejawat yang dulu pernah berbagi kisah denganku di bangku SMP,
Apa kabar kalian saat ini?
Sudahkah kalian berhasil meraih cita-cita kalian ?
Tahukah kalian, tabungan rindu ini sudah membengkak dan butuh saluran pelampiasan?
Hai, kawanku, bagaimana kabar kalian saat ini? Sudah berapa lama kita tidak bersua ? Ah, rasanya sudah lama sekali. Tahukah kalian, tabungan rinduku ini sudah membengkak jumlahnya. Ya, aku ingin kita bertemu kembali dan bercengkerama mengenai masa dulu ketika kita masih sibuk menjadi mahasiswa. Menertawakan kebodohan kita serta kembali membuka cerita tentang cinta lama yang dulu sempat membuat kita kelimpungan.
Aku tahu kalian sudah memiliki kesibukan sendiri sehingga sangat sulit untuk meluangkan waktu. Mungkin suratku ini bisa sebagai obat rindu. Semoga juga rangkaian frasa yang tertuang di surat sederhana ini bisa menjadi jembatan kita kembali untuk bertemu suatu hari nanti.
Untukmu yang selalu mendoakan ku
Aneh rasanya ketika aku mencoba untuk menulis surat ini padamu. Lama kusadari meski kita tinggal dalam satu atap, namun seperti ada jarak dan benteng yang tak terlihat. Membuat kita jarang sekali mengobrol santai, dan mencurahkan isi hati masing-masing. Namun tahukah engkau Ayah, bahwa sebenarnya aku rindu?
Kamis, 02 April 2015
Tangis yang mengiringi luka pada hatinya membuatku ikut meneteskan airmata .
Pilu dalam hati tak dapat ia lukisan dengan apapun . Sempat ia menanyakan apakah ia masih pantas hidup didunia .
Hatiku pilu mendengar kata-kata itu . Air mata yang sempat aku tahan pada mulanya , tiba-tiba mengalir dengan derasnya .
Sungguh perlakuan yang sunguh tak adil .
Kehidupan yang berputar membawa Adera menjadi seorang wanita yang kuat .
Dia sudah terbiasa sabar dan kuat menghadapi perlakuan sang ayah . Baginya ayah adalah sosok yang terkadang menjadi malaikat . Namun disisi lain terkadang juga sebagai monster dalam hidupnya .
Tak tau hal apa yang membuat Adera harus merasakan kehidupan yang terkadang menyakitkan batinya ini .
Pilu dalam hati tak dapat ia lukisan dengan apapun . Sempat ia menanyakan apakah ia masih pantas hidup didunia .
Hatiku pilu mendengar kata-kata itu . Air mata yang sempat aku tahan pada mulanya , tiba-tiba mengalir dengan derasnya .
Sungguh perlakuan yang sunguh tak adil .
Kehidupan yang berputar membawa Adera menjadi seorang wanita yang kuat .
Dia sudah terbiasa sabar dan kuat menghadapi perlakuan sang ayah . Baginya ayah adalah sosok yang terkadang menjadi malaikat . Namun disisi lain terkadang juga sebagai monster dalam hidupnya .
Tak tau hal apa yang membuat Adera harus merasakan kehidupan yang terkadang menyakitkan batinya ini .
Langganan:
Komentar (Atom)



