Negeri para dewa. Itulah julukan yang disematkan bagi kawasan dataran tinggi Dieng yang terletak di Kabupaten Wonosobo dan
Banjarnegara.
Kawasan berhawa dingin ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling
populer di Jawa Tengah. Tak cuma punya wisata alamnya yang mempesona,
Dieng juga sarat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya.
Sebelumnya Hipwee udah pernah memberikan
panduan lengkap menikmati nukilan surga di tanah para dewa ini. Kali ini, kami akan mengajak kamu mengunjungi objek wisata yang ada di sana satu per satu. Jangan lupa siapkan jaketmu!
1. Lewat puncak bukit Sikunir, saksikan indahnya pesona golden sunrise yang menyinari Negeri di Atas Awan
Dieng Plateau dikenal juga dengan sebutan Negeri di Atas Awan. Kalau
kamu ingin tahu kenapa kawasan itu dianamakan begitu, naiklah sebelum
fajar menuju Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan
. Dari sinilah kamu bisa menemukan negeri indah itu, di mana kilau golden sunrise menyinari gumpalan awan di bawah kakimu.
Bukit Sikunir dan
golden sunrise-nya memang menjadi
destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Dieng. Dengan trek yang
mudah dan singkat, tak heran kalau tiap musim liburan tempat ini selalu
dipenuhi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pesona golden sunrise.
2. Dari Sikunir, mampirlah ke Desa Sembungan dan jamahi eloknya Telaga Cebong
Puas menikmati panorama golden sunrise di Bukit Sikunir, mampir dulu
ke Desa Sembungan. Inilah desa yang letak wilayahnya paling tinggi di
Pulau Jawa, dengan ketinggian sekitar 2.200 mdpl. Desa yang disebut juga
dengan Desa Matahari ini konon merupakan desa tertua di kawasan Dieng.
Pada pagi hari, kamu bisa berjumpa dan menyapa penduduk setempat yang
sedang berjemur menghangatkan diri di desa terdingin ini.
Di desa Sembungan ini pula, kamu bisa menemukan
Telaga Cebong
yang disebut-sebut sebagai telaga di atas awan. Sambil menikmati telaga
yang diselimuti kabut, gak ada salahnya untuk menghangatkan diri dengan
secangkir kopi di warung-warung sekitar telaga.
3. Ingin menikmati keelokan Negeri di Atas Awan yang lebih menantang? Camping-lah di puncak gunung Prau dan nantikan terbitnya matahari di cakrawala
Selain Bukit Sikunir, ada lagi tempat istimewa untuk menyaksikan indahnya
golden sunrise, yaitu di puncak Gunung Prau.
Gunung Prau ini adalah gunung yang santai tapi menantang dengan puncaknya yang sangat luas. Tak heran jika di akhir pekan para pendaki berbondong-bondong nge-camp di atas sana, sampai-sampai puncaknya penuh tenda.
Ada dua jalur yang biasa dilewati pendaki, salah satunya adalah jalur
pendakian melalui Desa Patak Banteng, Dieng. Jalur ini lumayan curam
tapi juga jalur tersingkat untuk sampai ke puncak. Cukup 3 jam mendaki,
kamu udah bisa sampai ke puncak. Makanya, gunung ini pas buat pendaki
yang masih pemula.
4. Ada pula gardu pandang Tieng yang membuatmu seolah bisa menyentuh awan
Kalau kamu gak keburu muncak ke Prau atau Bukit Sikunir, masih ada
gardu pandang Tieng yang juga sanggup menampilkan keindahan matahari
terbit dan negeri di atas awan dari Dieng Plateau. Dari gardu di
ketinggian 1789 mdpl ini, kamu masih bisa menikmati indahnya gumpalan
awan bergulung di bawah kakimu, menutupi pemandangan desa-desa yang
serupa maket miniatur. Apalagi, gardu pandang ini mudah dijangkau karena
berada di pinggir jalan.
5. Jadilah saksi keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, dua telaga cantik yang bersandingan
Pemandangan Telaga Warna dan Pengilon dari atas Batu Ratapan Angin via
iewenkphotos.com
Jangan lewatkan mengunjungi Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Dua
telaga ini berada bersisian, hanya dibatasi sejengkal rumput dan
pepohonan. Tapi, perbedaan warna yang mencolok menjadikan kedua telaga
ini unik, apalagi jika dilihat dari atas
Batu Ratapan Angin yaitu dua buah batu besar yang berada di atas bukit tak jauh dari Dieng Theatre.
Telaga Pengilon memiliki air yang jernih yang bisa kamu gunakan untuk becermin—itulah asal mula nama Pengilon, dari kata
ngilo yang
dalam bahasa Jawa artinya becermin. Telaga Warna juga memiliki
eksotismenya tersendiri. Warna telaga ini bisa berubah-ubah seiring
waktu. Ajaib, ‘kan?
6. Selain Telaga Warna, Pengilon, dan Cebong, kamu juga bisa menemukan beberapa telaga lainnya di kawasan Dieng
Kawasan Dieng gak cuma memiliki tiga telaga itu aja, masih ada
beberapa telaga yang pastinya layak kamu singgahi saat berkunjung ke
kawasan ini.
a. Telaga Menjer
Telaga Menjer merupakan telaga terluas di Wonosobo yang berada tak
jauh dari gerbang masuk Dieng Plateau. Telaga ini terletak di Desa
Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, hanya sekitar 12 km dari
pusat kota Wonosobo. Selain menjadi tempat wisata yang menarik, telaga
ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
b. Telaga Merdada
Nah, kalau telaga yang satu ini adalah yang terluas di dataran tinggi
Dieng. Terletak di kawasan Dieng Kulon yang masuk wilayah Banjarnegara,
telaga seluas 30 ha ini airnya tak pernah surut meski tak memiliki
sumber air. Di sini, kamu bisa memancing sambil menikmati panorama
telaga.
c. Telaga Dringo
Telaga Dringo yang terletak di Desa Pekasiran, Dieng Kulon ini
menjadi telaga dengan posisi paling tinggi di Dieng. Di atas ketinggian
2.222 mdpl, telaga ini adalah Ranu Kumbolonya Dieng. Apalagi, dengan
panorama berlatar gunung membuat danau indah ini gak boleh alpa kamu
kunjungi.
7. Bukan cuma telaga. Sejumlah kawah juga menjadi daya tarik
tersendiri, mengingatkan kita bahwa kawasan ini merupakan sebuah gunung
api raksasa
Di Dieng Plateau ini, sejumlah kawah yang masih menampakkan
aktivitasnya, membuat kita sadar bahwa Dieng adalah kawasan vulkanik
yang masih aktif. Ada
kawah Sikidang dengan pesonanya
menjadi salah satu kawah yang paling populer di Dieng zona satu. Tempat
ini dinamakan Sikidang yang berarti kijang karena tempat keluarnya
gas seringkali berpindah-pindah. Di sini, kamu juga bisa menjajal spa
dengan lumpur kawah.
Sementara,
kawah Sileri yang terletak di Dieng Kulon
ini adalah kawah terluas dan yang paling aktif di Dieng. Kamu bisa
menyaksikan kepulan asap putih yang membumbung dengan latar perbukitan
yang indah.
Warga Dieng sudah terbiasa dengan kemunculan kawah yang tiba-tiba.
Selain dua kawah tersebut, masih ada beberapa kawah lain, seperti kawah
Sibanteng, kawah Candradimuka, kawah Sikendang, Sinila, dan Timbang.
Beberapa berpotensi mengeluarkan gas beracun, jadi jangan lupa
mengenakan masker dan berhati-hati.
8. Mau harapanmu terkabul? Buktikan lewat mitos Sumur Jalatunda
Sumur Jalatunda merupakan sumur raksasa yang terletak di Dieng Kulon
atau zona dua. Sumur ini terbentuk akibat letusan vulkanik, menyisakan
pemandangan yang indah dan tak biasa. Selain itu, sumur Jalatunda ini
juga diselimuti oleh mitos yang mengatakan barangsiapa yang bisa
melemparkan batu hingga ke ujung dinding sumur, maka keinginannya bisa
terkabul. Percaya? Coba buktikan aja sendiri.
9. Candi-candi nan apik juga menghiasi kawasan ini, membuatnya genap disebut sebagai Negeri Para Dewa
Tak cuma punya memiliki objek wisata alam yang unik dan memukau,
Dieng juga kental dengan nilai sejarah. Terbukti dengan sejumlah
kompleks candi Hindu yang masih berdiri sampai sekarang. Candi-candi ini
konon dibangun pada abad ketujuh. Uniknya, candi-candi ini dinamai
dengan nama tokoh pewayangan, antara lain candi Arjuna, Candi Gatotkaca,
Candi Bima, Candi Semar, dan Candi Srikandi.
10. Untuk mengetahui lebih dalam sejarah Hindu di Dieng, mampirlah ke Museum Kailasa
Kalau kamu punya ketertarikan lebih terhadap sejarah dan budaya Hindu
yang membekas di dataran tinggi Dieng, berkunjunglah ke Museum Kailasa.
Nama Kailasa diambil dari sebuah gunung tempat tinggal Siwa, karena
peninggalan sejarah di Dieng identik dengan pemujaan kepada dewa Siwa.
Di sini, kamu bisa mengamati sejumlah koleksi arca dan artefak
peninggalan Hindu Jawa kuno.
11. Akhirnya, kalau kamu cukup beruntung datang di waktu yang tepat,
jangan lewatkan Dieng Culture Festival yang diselenggarakan tiap
tahunnya
Dieng Culture Festival merupakan festival budaya terbesar di Dieng
yang diadakan setiap tahunnya. Biasanya, festival ini diselenggarakan
sekitar bulan Agustus. Di sini, kamu bisa menyaksikan Ruwat Gembel,
yaitu upacara pemotongan rambut bagi bocah gimbal yang umum di Dieng.
Kalian juga bisa menyaksikan kirab budaya, pagelaran wayang kulit,
sampai festival musik Jazz! Gimana, seru ‘kan?
0 komentar:
Posting Komentar