- Streptococcus sp. merupakan bakteri gram positif, berbentuk bulat, tersusun berderet seperti rantai, nonmotil, katalase negatif, anaerob fakultatif.
- Berdasar sifat hemolisis, streptokokus dibedakan menjadi 3: 1) streptokokus alfa hemolisis bersifat hemolisis lalu mengeluarkan pigmen hijau (contoh: S. viridans), 2) streptokokus beta hemolitikus (S. hemolyticus) bersifat hemolisis tanpa mengeluarkan pigmen setelah melakukan hemolisis, 3) streptokokus gamma hemolitikus (S. anhemolyticus) tidak memiliki sifat hemolisis atau anhemolitikus.
- Ciri khas S. pneumoniae dari spesies lain pada genus streptococcus adalah S. pneumoniae memiliki kapsul polisakarida yang tampak pada pewarnaan Gins Burry.
- S. pneumonia memiliki sifat alfa hemolitikus jika dikultur pada media agar darah
- Struktur antigenik S. pneumonia ditentukan oleh polisakarida kapsular yang berikatan secara kovalen dengan peptidoglikan dan polisakarida dinding sel. Polisakarida kapsular ini yang membedakan setiap tipe S. pneumokokus secara imunologik (ada 90 tipe). Jika S. pneumonia dicampurkan dengan polyvalent antiserum (berisi antibodi dari semua tipe atau omniserum) akan tampak penggembungan kapsul dan S. pneumonia mengalami aglutinasi karena cross-linking antibodi. (Reaksi quellung + adalah penggembungan kapsul). Uji ini jarang digunakan karena membutuhkan antiserum spesifik dengan high titers. Sedangkan proses aglutinasi ini diperiksa menggunakan uji Phadebact ®. Uji Phadebact ® Pneumococcus test menggunakan kit yang dikeluarkan oleh MKL Diagnostics AB.
- Uji serologis spesifik pada streptococcus berdasarkan klasifikasi lancefield. Klasifikasi lancefield berdasar pada kandungan gula amino spesifik yang terkandung dalam dinding sel strebtokokus. Klasifikasi ini membagi streptokokus menjadi kelompok A-H dan K-U. Hanya group A, B, C, F, dan G yang sudah teridentifikasi gula amino spesifiknya. S. pneumonia tidak tergolong dalam kelompok apapun dalam klasifikasi lancefield.
- Streptokinase (fibrinolisin) merupakan enzyme yang mengkatalis reaksi perubahan plasminogen menjadi plasmin dalam plasma. Streptokinase dihasilkan oleh beberapa strain streptokokus beta hemolitikus grup A. Plasmin merupakan enzym proteolitik yang memecah fibrin. Proses ini dapat dihambat oleh antibodi spesifik atau penghambat serum nonspesifik, misalnya antistreptokinase. Streptokinase digunakan untuk terapi emboli pulmonal, arteri koroner, dan trombosis vena. Contoh spesies yang menghasilkan streptokinase adalah S. pyogenes. Streptokokus beta hemolyticus grup A juga sensitif terhadap basitrasin sehingga terdapat zona hambat di sekitar cakram basitrasin (Taxo-A)
- Untuk membedakan S. viridans dengan S. pneumonia dapat dilakukan uji berikut: 1) uji inulin, 2) tes lisis empedu, 3) tes cakram optokhin, 4) tes quellung, 5) pewarnaan gins burry
- S. pneumonia memiliki kemampuan melisiskan empedu, sehingga pada tes lisis empedu memberikan hasil positif
- S. pneumonia memberikan hasil positif pada tes inulin
- S. pneumonia pertumbuhannya terhambat di sekitar optochin. Terdapat zona hambat pertumbuhan di sekitar cakram optokin. Sedangkan S. viridans pertumbuhannya tidak terhambat di sekitar cakram optochin. Uji ini dilakukan dengan membiakan kuman dalam media, dan meletakkan cakram optochin di beberapa titik dalam media tersebut. Uji hambat optochin ini lebih sering dilakukan daripada uji quellung.
0 komentar:
Posting Komentar